Kajian Islam Musim Semi SGB 2016

Stichting Generasi Baru (SGB) yang merupakan salah satu Komunitas Muslim di Belanda menggelar Kajian Islam Muslim Semi (KALAMI) dengan lokasi di Masjid Ridderkerk, pada sabtu(9/4/2016) hingga ahad(10/4/2016).

Kegiatan Kajian Islam Musim Semi (KALAMI) 2016 merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Stichting Generasi Baru (SGB) Utrecht, sebuah yayasan tempat berkumpulnya pemuda-pemuda Islam di Kota Utrecht yang rutin mengadakan kegiatan-kegiatan keagamaan dan kebudayaan. Sebut saja diskusi rutin hari Jumat, kajian Qur’an dan kitab hadits, diskusi akademis persoalan-persoalan Indonesia bersama Perhimpunan Pemuda-Pelajar Indonesia (PPI), kursus bahasa Belanda, dan pengajian TPA untuk anak-anak Indonesia di Belanda.

Suasana KALAMI 2016

Dalam sambutannya, Supardi Hasanudin, seorang expatriat Indonesia yang juga Ketua Umum SGB menyampaikan mimpi SGB untuk dapat membangun masjid dan juga pusat kebudayaan Indonesia di Kota Utrecht. “Selama ini SGB masih menyewa bangunan. Di Amsterdam, Rotterdam, dan Den Haag sudah ada masjid Indonesia. Insya Allah kami punya mimpi untuk membangun sebuah masjid di Utrecht sebagai kota terbesar keempat di Belanda.”

SGB Utrecht bekerjasama dengan Pengurus Masjid Ridderkerk Rotterdam mendapat dukungan penuh dari sembilan komunitas pengajian kota di Belanda, diantaranya: Pengajian Annisa Utrecht, KMD (Keluarga Muslim Delft), IMEA (Indonesian Muslim in Enschede Association), De Gromiest (De Groningen’s Indonesian Muslim  Society), KAMIL (Keluarga Muslim Limburg), Musihoven (Muslim Eindhoven), KEMUNI (Keluarga Muslim Nijmegen), Pengajian Wageningen, HIMMI (Himpunan masyarakat muslim Indonesia), dan PPMR (Persatuan Pelajar Muslim Rotterdam). Tak heran bila jumlah peserta kali ini mencapai 3 kali lipat dari biasanya, 150 orang peserta pria-wanita, termasuk remaja dan anak-anak dari seluruh Belanda. KALAMI kali ini diramu dengan menghadirkan empat Materi ke-Islaman yaitu: Tantangan Muslim sebagai minoritas di Eropa, Menjadi Muslim Profesional, Islam dan Konsep Tauhid, dan Membangun Generasi Qurani. Selain itu, kegiatan dua hari penuh menginap di masjid ini juga dilengkapi dengan Qiyamul Lail dan Muhasabah bersama.

Sebagai ketua penyelenggara KALAMI, Supardi menuturkan bahwa tujuan diadakannya KALAMI adalah sebagai wahana menambah ilmu dan menemukan kembali semangat untuk kembali mendalami peta kehidupan kita dalam bingkai hidayah Allah SWT. “Rutinitas yang kita jalani seringkali membuat kita lupa hakikat dari perjalanan hidup. Padatnya aktivitas, menjadikan kita jauh pada pedoman hidup, yaitu Al-Qur’an” tambah Supardi.

Ada empat materi utama pada pelaksanaan KALAMI kali ini, yaitu Tantangan Muslim sebagai minoritas di Eropa, Menjadi Muslim Profesional, Islam dan Konsep Tauhid, Membangun Generasi Qurani dan juga dilengkapi dengan Qiyamul Lail berjamaah dengan Muhasabah.

Dalam sesi acara “Tantangan Muslim sebagai minoritas di Eropa” yang dipandu oleh Ustadz H. Hamdi Rafiudien, para peserta menceritakan pengalaman hidupnya menjadi Muslim di Belanda.

Peserta bernama Rafdi yang merupakan siswa kelas V sekolah VWO di Eindhoven menceritakan bahwa dirinya mencoba menampilkan sosok Muslim yang baik. “Dengan lihat saya, temen-temen sekolah saya yakin kalau islam bukanlah agama teroris” ujar Rafdi.

Rafdi juga memaparkan pengalamanya terkait Sholat, untuk menunaikain Sholat lima waktu, Rafdi biasa melakukanya disela-sela jam istirahat dengan mencari ruangan yang kosong. Sementara teman-teman Rafdi tetap memberikan respon positif kepada dirinya.

Selain Rafdi ada peserta lainya Nadhira, Safira, Sarah, Amira, Ardhia, dan Khadija menceritakan kehidupanya di Belanda. Semuanya lahir, tumbuh, berkembang dan bersekolah di Belanda, mulai tingkat dasar, menengah hingga universitas.

Khadija, adalah generasi ke-4 dari keluarga tokoh muslim di komunitas muslim Maluku yang ikut migrasi ke Belanda sebagai bekas tentara KNIL dahulu. Khadija juga membandingkan kultur dan sistim pendidikan antara Belanda dan Indonesia. Gadis keturunan Maluku ini mengenyam sekolah di Belanda hingga setingkat SMA, lalu melanjutkan S1 di Universitas Islam Jakarta.

Rafdi dan kawan-kawan menceritakan tantangan menjadi remaja muslim di Belanda

Materi lainnya yang tidak kalah menarik adalah materi “Membangun Generasi Qur’ani” yang dibawakan oleh Zakiyullah Romdlony (al hafidz). “Kecintaan anak-anak kita kepada Allah dan kepada Al’Qur’an harus dibangun  bahkan sejak mereka ada dalam kandungan. Salah satu caranya adalah dengan banyak memperdengarkan lantunan Qur’an kepada ibu yang sedang hamil,” demikian paparannya. Di usianya yang belum genap tiga puluh tahun, Zakiyullah sudah menjadi hafidz Qur’an. Di tengah kepadatan aktivitasnya sebagai seorang kandidat doktoral di Universitas Groningen di bidang Teknologi Diskrit dan Automasi Produksi, Zakiyullah masih sempat mengisi berbagai forum pengajian di berbagai Kota di Belanda.  Pemuda lulusan dari Institut Teknologi Bandung ini dalam sesinya menceritakan berbagai keajaiban Al-Qur’an dari perspektif sains. “Perbandingan antara jumlah penyebutan kata daratan dan lautan misalnya, kata ‘daratan’ diulang sebanyak 13 kali dan ‘lautan’ diulang sebanyak 32 kali dalam Al-Qur’an, angka tersebut sesuai dengan proporsi luas daratan dan lautan di dunia hari ini,” demikian tutur Ustadz Zaki dalam materinya.

Pada sesi terakhir, Acara KALAMI ditutup dengan sesi kuliah tamu dari Kyai karismatik Gontor Prof. Amal Zarkasy dan Dr. Fahmi Hamid Zarkasy yang mengulas Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam. Dalam diskusi itu, Fahmi mengulas bahwa kehancuran Peradaban Islam zaman pertengahan disebabkan oleh kompleksitas permasalahan ketika itu, tidak bisa secara sederhana karena faktor Al Ghazali dan penolakannya terhadap filsafat, tetapi juga faktor semakin rusaknya aqidah orisinalitas islam dan munculnya banyak perpecahan dan problem politik, yang membawa kepada hancur dan rusaknya sumber daya manusia, baik secara intelektual maupun moral. Oleh karena itu, Dr. Fahmi Hamid dan Pak Kyai menekankan pentingnya para muslim untuk menjadi intelektual agar dapat kembali menjadi pemimpin peradaban.

Sebagian peserta akhwat

Sebagian peserta ikhwan

Antusiasme peserta sangat tinggi, nampak terlihat dari jumlah peserta yang relatif banyak untuk setingkat Belanda dimana umat Islam merupakan minoritas. Informasi dari panitia, sebanyak 150 peserta menghadiri acara ini yang berasal dari berbagai kota di Belanda.

Respon peserta terhadap acara KALAMI ini juga sangat positif. Seperti penuturan Peserta dari Groningen, kota di ujung utara Belanda yang mengungkapkan kesannya : “Materi bagus, sangat mengena, para pematerinya juga memiliki kapasitas yg mumpuni, kita memang memerlukan sarana seperti ini untuk merecharge rohani kita“.

Peserta lainya yang berasal dari Wageningen menyampaikan apresiasinya dan ucapan terima kasih kepada panitia yang telah memberikan kesempatan untuk mengikuti pelaksanaan KALAMI 2016 yang sukses. “Selain bisa mengunjungi kota-kota lain di Belanda, saya bisa berjumpa dan berkenalan dg saudara-saudara seiman” ujar peserta dari Wageningen.

Kegiatan KALAMI juga diliput oleh beberapa media Islam tanah air di link-link berikut ini:

www.dakwatuna.com/2016/04/17/80029/kajian-islam-musim-semi-2016-belanda

http://islamedia.id/komunitas-muslim-belanda-gelar-kajian-islam-musim-semi/

http://www.hidayatullah.com/berita/berita-dari-anda/read/2016/04/18/93265/kelompok-pengajian-warga-indonesia-di-belanda-ulas-sejarah-pemikiran-dan-peradaban-islam.html

http://islamicgeo.com/2016/04/17/kalami-belanda-2016-tegar-dan-tetap-menebar-islam-rahmatan-lil-alamin-di-jantung-dunia-hedonisme-barat/

 

Posted in Liputan Kegiatan | Leave a comment

Lapor Diri dan Sosialisasi UU Kependudukan Minggu 20 Maret 2016

Stichting Generasi Baru, PPI Utrecht dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag mengundang Warga dan Pelajar Indonesia di Utrecht dan sekitarnya untuk hadir dalam kegiatan

LAPOR DIRI dan SOSIALISASI UU KEPENDUDUKAN

pada
Hari Minggu 20 Maret 2016
Pukul 11.00 sd 14.00
bertempat di Gedung SGB Utrecht
De Bazelstraat 31, 3555 CR

dengan rincian acara

  1. Lapor Diri untuk warga dan pelajar Indonesia
  2. Sosialisasi UU No 24 Tahun 2015 tentang Administrasi Kependudukan dan Hak Serta Kewajiban WNI di Luar Negeri bersama KBRI, Kementrian Hukum dan HAM, Kementrian Dalam Negeri, dan Kementrian Agraria dan Tata Ruang
  3. Ramah Tamah dan Makan Siang Gratis

Silakan daftarkan diri Anda di link berikut untuk keperluan konsumsi
bit.ly/lapordiriSGBUtrecht

Contact person
Supardi +31621132635

Mohon bantuannya untuk disebarkan

Posted in Liputan Kegiatan | Leave a comment

Dialog Kerukunan Antar Umat Beragama di Utrecht

Sebagai salah satu upaya untuk ikut berpartisipasi dalam membina kerukunan antar umat beragama di Belanda, SGB-Utrecht yang diwakili oleh Supardi Hasanuddin hadir dalam acara dialog antar ummat beragama pada hari Jumat 5 februari 2016 lalu yang diselenggarakan oleh oleh komunitas muslim Belanda yang tergabung dalam grup pengajian BinaDakwah. Kegiatan tersebut dilaksanakan atas kerja sama BinaDakwah dengan pengurus masjid Umar Al Faruq Overvecht.

Dialog yang mengangkat tema “Suka dan Duka (Lief en Leed)” ini dihadiri oleh sekitar 70 orang yang berasal dari komunitas muslim dan perwakilan masjid di Utrecht dan juga beberapa perwakilan gereja-gereja yang ada di Utrecht, diantaranya Gereja Rooms-katolik Sint Antonius, Gereja Johannes Overvecht, Gereja Remonstrans Geertekerk, Gereja Orthodox, dll.

Acara dimulai pukul 20.00 CET dan dibuka oleh Peter Harmsma selaku perwakilan organisator dari komunitas muslim Belanda BinaDakwah. Peter menyampaikan bahwa acara dialog ini adalah acara rutin yang diadakan 2 kali setahun oleh masjid Umar al Faruq dan gereja Geertekerk untuk memperkokoh hubungan antar umat beragama baik umat muslim maupun kristiani di Utrecht dan sekitarnya.

Dialog dibagi beberapa sesi dengan membahas 8 subtema, yakni: tentang keyakinan (geloof), hijrah (migratie), kesuksesan (succes), kedamaian (vredig), kehidupan (leven), kebersamaan (samen), harta/ materi (materieel), dan pernikahan (huwelijk).

Selama proses dialog, banyak dibahas mengenai bagaimana setiap individu yang tinggal di Belanda bisa hidup secara harmonis dan berdampingan secara damai tanpa adanya kekerasan dan dikriminasi, termasuk pula bahasan mengenai para pengungsi yang datang mencari suaka ke Belanda.

Beberapa perwakilan gereja yang tergabung dalam perkumpulan gereja ortodox mengungkapkan bahwa mereka tidak setuju dengan kebijakan pemerintah Belanda yang menyetujui aksi bersenjata dan pemboman di negeri Syiria. Salah seorang perwakilan gereja ortodox mengungkapkan bahwa Belanda merupakan salah satu bagian dari penyebab masalah yang muncul di timur tengah.

Dialog berlangsung cukup hangat dan penuh rasa persaudaraan. Bahkan perwakilan gereja mengungkapkan antusiasme mereka terhadap inisiatif yang dilakukan oleh komunitas muslim BinaDakwah dalam penyelenggaraan dialog ini, dan mereka juga mengungkapkan bahwa akan datang kembali jika di kemudian hari di adakan acara-acara seperti ini.

 

Posted in Liputan Kegiatan | Leave a comment

Jadwal Khotib Jumat SGB Bulan Februari 2016

5 Februari 2016 (azan 12:54) : Supardi Hasanuddin

12 Februari 2016 (azan 12:54) : Yorga Permana

19 Februari 2016 (azan 12:53) : Gustiandi

26 Februari 2016 (azan 12:53) : Erlis Saputra

Posted in Khutbah Jumat SGB | Leave a comment

Diskusi SGB Bersama KBRI: Perlindungan WNI di Luar Negeri

Pada hari Sabtu 23 Januari 2016 lalu, Stichting Generasi Baru mengadakan diskusi dan silaturahmi bersama KBRI Belanda. Diskusi yang dihadiri oleh puluhan warga dan pelajar di Kota Utrecht tersebut mengambil tema tentang perlindungan dan keamanan warga Indonesia di Luar Negeri. Turut hadir dalam acara tersebut Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Belanda Bapak Ibnu Wahyutomo beserta jajarannya antara lain atase pertahanan, atase kepolisian, fungsi politik, dan fungsi konsuler-protokoler.

Acara dibuka oleh Supardi selaku Ketua SGB Utrecht. Dalam sambutannya, Supardi memperkenalkan komunitas SGB sebagai komunitas warga muslim Indonesia di Utrecht yang bertujuan menjadi perekat antara komunitas masyarakat Indonesia yang ada di Utrecht dan sekitarnya. Supardi juga menyampaikan salah satu rencana SGB Utrecht ke depannya, yaitu membangun pusat kebudayaan Indonesia dan masjid Indonesia di Utrecht.

Acara ini juga dihadiri oleh komunitas muslim Belanda yang tergabung dalam pengajian Bina Dakwah. Jeroen de Graaf mewakili komunitas Bina Dakwah menceritakan kegiatan Bina Dakwah dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Utrecht dengan bekerja sama dengan komunitas gereja dan masjid di Utrecht. Jeroen pun mengapresiasi kegiatan diskusi bersama KBRI yang diselenggarakan oleh SGB ini.

Diskusi bersama KBRI yang berlangsung selama lebih dari dua jam tersebut berjalan cukup hangat. Peserta cukup antusias bertanya maupun mengemukakan pendapatnya terkait tema kegiatan seputar perlindungan dan keamanan warga Negara Indonesia di Belanda. Dalam sambutannya, Ibnu Wahyutomo mengapresiasi SGB yang telah menjembatani dialog antara pemerintah Indonesia yang diwakili oleh KBRI dengan masyarakat Indonesia di Utrecht. Ibnu menekankan bahwa KBRI berfungsi sebagai rumah untuk warga Indonesia di Belanda. Oleh karena itu, Ibnu menghimbau warga Indonesia di Utrecht untuk tidak segan-segan berkunjung dan bersilaturahmi ke KBRI.

Salah satu topik yang cukup menarik dalam diskusi tersebut adalah mengenai Hotline KBRI yang merupakan fasilitas untuk warga yang memiliki persoalan terkait perlindungan dan keamanan di luar negeri. Melalui hotline tersebut KBRI berkomitmen membantu mecarikan solusi untuk permasalahan-permasalahan yang ada. Warga Indonesia di Belanda dapat menghubungi Hotline KBRI tersebut di +31628860509 (WA/SMS/Telepon) atau +31703108176 (Khusus Telepon).

Selain itu, isu OTT (Orang Tidak Terdokumentasi) menjadi topik yang hangat dalam dialog tersebut. Selama ini, Ibnu menyayangkan keberadaan OTT yang terkesan menutup diri terhadap KBRI. Padahal, KBRI selalu menerima setiap warga Negara Indonesia di Luar Negeri dengan terbuka, tidak terkecuali OTT. KBRI berkomitmen melindungi dan membantu permasalahan yang dihadapi oleh OTT yang ada di Belanda.

Terakhir, isu tentang penanganan terorisme juga menjadi bahasan yang menarik. Atase Kepolisian mengingatkan peserta diskusi untuk menjaga diri dan turut waspada dengan isu terorisme. Jika suatu saat terjadi keadaan darurat terkait terorisme di Belanda, ia menghimbau kepada warga Indonesia agar tidak panik dan untuk sementara menjauhi pusat keramaian.

(Yr/Sis)

Posted in Liputan Kegiatan | Leave a comment