Training Parenting

 

Assalamu ‘alaikum wr wb,

Anak adalah permata yang paling berharga bagi orang tuanya. Pendidikan yang baik dan suasana yang mendukung akan memastikan permata tersebut tetap indah. Perhatian yang tulus dan sikap-sikap yang lembut dari orang tua akan dapat meningkatkan permata tersebut semakin indah dan elok.
SGB-Utrecht bekerjasama dengan KPI (Kualita Pendidikan Indonesia) akan mengadakan Parenting Skill Training yang bertemakan “Smart Parent for Smart Children”.
Program Parenting Skill Training ini mendidik para orang tua untuk mempunyai paradigma yang benar tentang anak, mengenal tentang cara kerja otak bagi optimalisasi pendidikan, dan membimbing mereka bagaimana cara mendampingi putra-putri mereka. Lebih dari itu ,  training Parenting ini mengajarkan kepada para orang tua tentang jenis-jenis kecerdasan (Multiple Intellegences) yang dimiliki oleh anak dan teknik-teknik untuk mengembangkannya.
Parenting Skill Training ini insyaAllah akan diadakan pada:
• Hari/Tanggal : Sabtu & Ahad, 22-23 Juni 2013
• Waktu : Mulai pukul 09.30 s/d 18.00 CET
• Tempat : di Ruangan Serbaguna SGB Utrecht
• Alamat : De Bazelstraat 31, 3555 CR Utrecht
• Trainer : Drh.H.Hamy Wahyunianto.MM (Master Trainer KPI) dan Misbahul Munir S.Pd.I (Master Trainer KPI)
Konten Training:
1. Pengantar : Memasuki Dunia Anak
2. Membangun Kekuatan Spiritual
3. Memahami Periode Emas Anak & Cara Pendampingan Yang Tepat
4. Memahami Tumbuh Kembang Anak & Cara Pendampingan Yang Tepat
5. Mengenali Modalitas Belajar Anak & Cara Pendampingan Yang Tepat
6. Mengenali Potensi Kecerdasan Majemuk Anak (Multiple Intellegences) & Cara Pendampingan Yang Tepat

Pendaftaran:

Pendaftaran online lewat website: http://generasibaru.nl/

Atau lewat e-mail panitia: sgbutrecht@gmail.com atau stichtinggenerasibaru@yahoo.com . atau lewat kontakpersoon: Gustiandi dan Supardi .

Investasi:
- 50 Euro bagi pendaftar/peserta yang membayar/melunasi biaya pendaftaran sebelum tanggal 20 Mei 2013
- dan 60 Euro bagi pendaftar setelah tanggal 20 Mei 2013 .
Tempat Terbatas (Maksimal 50 orang) !
Wassalamu ‘alaikum wr wb
Panitia

 

Pendaftaran online klik disini

 

 

 

 

KIIAAT, Cara Unik Warga Muslim Belanda Sambut Pergantian tahun 2012/2013

Islamedia - Menjelang pergantian tahun, suara petasan silih berganti di luar Masjid Baiturrahman, Riderkerk, Rotterdam. Namun suasana kontras sangat terasa jika kita masuk ke dalam masjidnya, dimana lebih dari seratus warga muslim Belanda dari berbagai tingkatan usia tengah mengikuti kajian intensif akhir dan awal tahun (KIIAAT) yang diselenggarakan oleh stichting generasi baru (SGB), Utrecht.
Juga hadir dalam acara tersebut peserta dari Belgia, Inggris, Finlandia dan Italy. Supardi sebagai ketua SGB menjelaskan bahwa acara rutin ini bertujuan memanfaatkan liburan akhir tahun untuk hal yang positif  disamping sebagai media silaturahim muslim Indonesia di Belanda dan sekitarnya, terang Supardi.  Acara ini juga sebagai wadah bagi remaja dan anak-anak yang merupakan potensi umat Muslim di Eropa untuk saling interaksi dan ditambah dengan pembekalan tentang pergaulan Islami  untuk hidup di negara sekuler seperti Belanda ini, jelas Didin Fahrudin yang pada tahun ini sebagai ketua KIIAAT.
Peran pemuda dalam membangun peradaban disampaikan oleh Ustadz M. Elvandi. Lc.,  dari Perancis.  Saat ini, diakui atau tidak, umat Islam berada di pinggiran peradaban dunia yang mana Elvandi berpesan kita tidak boleh terjebak dalam dua ekstrim pemikiran yakni umat Islam ditekan oleh sistem peradabadan yang berkuasa sehingga merasa minder dengan kondisi saat ini atau kita terlalu bangga dengan kesuksesan peradaban Islam masa lalu.
Pemikiran berimbang membangkitkan kesadaran umat akan kesamaan potensi untuk maju dan kesadaran akan peradaban berasal dari peradaban sebelumnya tidak membuat terlena namun membangkitkan semangat untuk belajar dari peradapan saat ini dan bergerak maju dengan potensi yang dimiliki.
Ustadz Hamdi Rafioedin Lc. menjelaskan tentang bagaimana kiat-kiat untuk mengatasi tantangan dalam membentuk keluarga sakinah di tengah kehidupan di Belanda dan Eropa pada umumnya. Salah satunya Hamdi menekankan pentingnya pergaulan yang ma’ruf (mengutamakan kemaslahatan) terutama untuk pasangan campuran yang berbeda budaya walaupun pasangan tersebut sesama muslim. Hal tersebut dikuatkan oleh Ustadz Agus Purwanto, B.A., bahwa keluarga adalah pondasi untuk membangun peradaban dengan pendekatan yang harmonis antar anggota keluarga dan Allah Ta’ala, tegas Agus.
Muhasahabah akhir tahun 2012 dan menghadapai awal tahun 2013 disampaikan oleh Ustadz Siswanto. Menemukan konsep diri merupakan titik tolak untuk menentukan visi  dan misi hidup sebagai ideal muslim, jelas Siswanto. (humas sgb)
sumber : Islamedia

Safari Ramadhan SGB

Di bulan yang penuh berkah ini, Duta Besar RI untuk Kerajaan Belgia (Bpk. Arif Havas Oegroseno), mengadakan acara silaturrahmi dan buka bersama di kediamannya di Brussel. Acara ini dihadiri oleh sekitar 150 tamu undangan dari berbagai kalangan masyarakat muslim di Brussel yang terhimpun dalam KPMI (Komunitas Pengajian Muslim Indonesia di Brussels) dan keluarga staff KBRI.

Hadir pula dalam acara tersebut para pejabat tinggi kedutaan, beberapa warga asli Belgia yang telah memeluk Islam, beberapa mahasiswa Indoensia yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Belgia, bahkan dari perguruan tinggi negara tetangga Belanda. Ikut meramaikan dalam acara tersebut perwakilan dari Islamic Center Brussel yang dalam hal ini langsung dihadairi oleh Director Islamic Center Brussels, Dr. Farid Al Khitani beserta rombongan. Mr. Bart Ali Buytaert, Pengurus mesjid de Koepel Antwerpen, juga berkesempatan hadir dalam acara tersebut. Rombongan Al Ustadz Agus Purwanto, dari Yayasan Generasi Baru (SGB) Utrecht Belanda dan beserta ketua pengurus SGB, Supardi, juga hadir dalam acara tersebut.

Acara silaturrahmi dan buka bersama tersebut dibuka oleh Bapak Duta Besar, Arif Havas Oegroseno, dan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Al Ustadz Agus Purwanto. dari Stichting Generasi Baru Utrecht Belanda. Belau mengulas mengenai kelebihan bulan Ramadhan dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya dan juga mengenai perbankan dalam Islam. Alumni Universitas Al Azhar Cairo ini menegaskan bahwa seluruh makhluk ciptaan Allah SWT melakukan apa yang dinamakan dengan puasa meskipun mereka berpuasa dengan cara-cara yang berbeda, misalnya kupu-kupu berpuasa selama berada dalam kepompongnya, hewan melata (ular) berpuasa  dengan mengganti kulit mereka, dan manusia berpuasa dengan cara tidak makan dan minum dalam waktu yang telah ditentukan.

Menjelaskan beberapa kelebihan  bulan Ramadhan dan salah satunya adalah Lailatul Qadr. Bahwa setiap amalan ibadah yang dilakukan dalam satu malam ini dihitung oleh Allah SWT bagaikan ibadah yang dilakukan selama seribu bulan.

Mengenai pernbankan dalam Islam, beliau menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang universal dan komprehensif. Islam tidak hanya mengatur ummatnya bagaimana berhubungan dengan penciptanya melainkan juga bagaimana berhubungan dengan sesama manusia termasuk dalam hal ekonomi. Kegiatan Ekonomi dalam Islam dilandaskan oleh enam pilar utama, yaitu ketauhidan, maslahah (keuntungan bersama), keadilan, ukhwah (persaudaraan), karya dan produktif.

Menanggapi pertanyaan yang disampaikan oleh salah seorang jama’ah mengenai bagaimana mendidik putra putri mereka di negara yang serba bebas ini, Ustadz Agus Purwanto yang saat ini akan menyelesaikan Studi masternya di Universitas Islam Eropa di Rotterdam menyarankan agar orang tua selaku sosok yang bertanggung jawab terhadap perkembangan putra putrinya sedapat mungkin menciptakan suasana kondusif yang Islami dalam keluarga mereka dan juga mengusahakan agar putra putri mereka bergaul dengan cara yang Islami.

Hal ini dapat dilakukan dengan cara membentuk kelompok keluarga muslim di sekitar tempat tinggal dan kegiatan-kegiatan Islami untuk putra putri, umpamanya dengan mengikutkan anak tersebut ke TPA (Taman Pendidikan Al Qur an) di daerah tempat tinggalnya. Hal serupa telah  lakukan bersama keluarga muslim Indoensia di Utrecht Belanda yang tergabung dalam Stichting Generasi Baru.

Dalam kesempatan selanjutnya Director Islamic Center Brussels, Dr. Farid Al Khitani, menjelaskan bahwa mengajarkan Islam kepada putra putri kita itu harus dilakukan dengan penuh kasih sayang dan cinta. Sedapat mungkin menghindari pemaksaan dan tekanan karena Allah SWT menjelaskan dalam Al Qur’an bahwa tidak ada paksaan dalam urusan agama.

Dengan cinta, seorang anak akan lebih terbuka menerima kebenaran; sedangkan paksaan dan tekanan akan membuat mereka cendrung menghindari kebenaran. Mengenai ekonomi Islam (islamic finance), Dr. Farid Al Khitani menegaskan bahwa inilah saatnya kita menunjukkan kepada dunia sistem ekonomi Islam yaitu ketika sistem ekonomi materialistis dan sekuler tidak mampu memberikan kemakmuran bagi ummat manusia dewasa ini. Belau lebih lanjut menegaskan bahwa beberapa negara di Eropa telah menerapkan sistem ekonomi Islam dalam perbankan mereka meskipun belum seutuhnya.

Acara silaturrahmi dan buka bersama tersebut kemudian ditutup dengan shalat magrib berjamaah yang diimami oleh al Hafidz dari Islamic Center Brussels dan kemudian dilanjutkan dengan acara buka bersama.

Humas SGB

Sumber 

Liputan UID 2012


Meriah Utrecht Indonesian Day 2012

Sebuah karya anak bangsa di luar negeri dalam rangka cinta budaya dan tanah air telah di gelar pada negeri kincir angin Belanda, tepatnya di Kota Utrecht. Perhimpunan Pelajar Indonesia di Utrecht (PPI-Utrecht) bekerjasama dengan Stichting Generasi Baru (SGB) dan didukung penuh oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag menggelar acara bertajuk Utrecht Indonesian Day 2012 (UID 2012) yang bertempat di Parnasos Cultuurcentrum, Kruisstraat 201, Utrecht.

 

Di tempat yang sama, bersamaan dengan Utrecht Indonesian Day 2012, 7 Juli 2012, pada pukul 11.00 diagendakan PhD Meeting yang diselenggarakan oleh PPI Belanda. Kegiatannya berupa diskusi yang bertema “Masa Depan Peneliti, Penelitian dan Hasil Penelitian di Indonesia” dan dihadiri oleh mahasiswa Indonesia di Belanda. Ada dua orang pembicara yang ditampilkan. Pembicara pertama adalah Prof. dr. Amin Subandrio W. Kusumo PhD., SpMK (Staf Ahli Menristek) yang menyampaikan presentasi melalui Skype. Sementara itu, Achmad Aditya, yang juga kandidat doktor di Leiden University, selaku perwakilan Ikatan Ilmuwan Indonesia International (I-4) hadir dilokasi acara sebagai pembicara kedua.

 

Sebagai salah satu rangkaian acara Utrecht Indonesian Day 2012, diselenggarakan juga aneka workshop. Para pengunjung yang hadir bisa mengikuti workshop membatik, membuat layang-layang dan poco-poco. Para pengunjung tampak antusias mengikuti workshop-workshop tersebut. Selain bisa menikmati pameran kerajinan, pengunjung juga dimanjakan dengan berbagai hidangan makanan khas Indonesia. Selama acara Utrecht Indonesian Day, stan-stan makanan terlihat dipadati oleh pengunjung yang terdiri dari para mahasiswa, masyarakat Indonesia di Belanda termasuk masyarakat Belanda sendiri.

 

Tepat pukul 15.45, rangkaian acara kebudayaan berupa tarian, lagu, musik dan puisi digelar di ruang teater Parnasos. Setelah panitia memberikan aba-aba bahwa pengunjung boleh masuk ruang teater, tempat duduk perlahan-lahan dipenuhi, bahkan banyak penonton yang rela berdiri. Acara tersebut dibuka dengan penampilan fashion show beberapa busana tradisional Indonesia yang dilanjutkan penampilan grup band Goorja yang menyanyikan lagu pembuka Kugadaikan Cintaku yang dipopulerkan oleh Gombloh.

 

Berikutnya, Tari Trunajaya dari Bali juga dimainkan secara apik dengan disertai lirikan mata khas tarian Bali yang memukau para penonton. Mereka memberi tepuk tangan meriah setiap kali penampil selesai. Demikian juga ketika sebuah puisi bertema Kota Makasar dibacakan oleh salah satu mahasiswa Indonesia Syafri Bahar di Utrecht. Penonton dibuat terkesima dan dengan sukarela bertepuk tangan meriah. Penonton dihibur dengan penampilan beberapa panitia UID 2012 yang menyumbangkan lagu dengan iringan piano. Sebelum break, lagi-lagi penonton dibius dengan penampilan duet piano dan biola yang menyanyikan lagu Indonesia Pusaka.

Sesi kedua acara UID 2012 dimulai pukul 18.00. Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, Ibu Retno Marsudi tampak hadir dan duduk di barisan kursi depan penonton. Ketika menyampaikan pidato sambutan, Ibu Retno Marsudi menyatakan kegembiraannya atas penyelenggaraan UID 2012 dan berharap agar tahun-tahun mendatang bisa menyelenggarakan kegiatan yang bermanfaat untuk mempromosikan Indonesia, di Belanda khususnya.

Ruangan yang menjadi pusat acara UID 2012 terus dipadati penonton. Seusai pembacaan puisi berbahasa Aceh, penampilan Tari Saman PPI Utrecht turut memeriahkan acara. Empat belas penari yang terdiri dari 10 penari putri dan 4 penari putra sangat kompak memainkan gerakan-gerakan tari Saman. Riuh tepuk penonton membahana. Selesai Tari Saman, musik gamelan Jawa pun tidak ketinggalan menghibur pengunjung yang hadir di Parnasos Cultuurcentrum. Kelompok musik gamelan tersebut memainkan tembang dolanan Suwe Ora Jamu, Gugur Gunung, Menthok-menthok dan Kupu Kuwi, Gambang Suling serta Lancaran Udan Ema.

Selesai dihibur dengan lantunan tembang dan gamelan Jawa yang mendayu-dayu, kelompok musik angklung lantas tampil. Tidak saja menghibur, pada kesempatan tersebut, para penonton juga diajak untuk bermain angklung secara langsung. Mereka tampak asyik menggoyang-goyang dan memainkan alat musik dari bambu tersebut.

Acara Utrecht Indonesian Day 2012 diselenggarakan dengan sangat sukses. Dengan memasang target 300 pengunjung (tiket masuk 3 Euro), namun pada kenyataannya, di luar perkiraan, tiket yang terjual sebanyak 700 buah. Wow, prestasi yang sangat membanggakan. Baik konten acara dan penyelenggaraan UID 2012, semuanya geweldig. Selamat untuk PPI dan SGB Utrecht.

Tot volgende jaar UID 2013

 Source

Parade Al Qurán dalam KAJIAN ISLAM AKHIR TAHUN (KIAT) QUR’ANI Belanda-Belgia

 

Parade Al Qurán dalam KAJIAN ISLAM AKHIR TAHUN (KIAT) QUR’ANI Belanda-Belgia

Al-Qur’an adalah kitab suci kaum Muslimim, yang posisi dan kedudukannya teramat mulia sehingga sudah sepatutnyalah seorang Muslim memiliki kadar interaksi dengan semestinya. Dia merupakan kitab yang setiap hurufnya adalah perhitungan pahala, ketika dibaca, ketika dihafal, ketika dipahami, ketika diajarkan, maupun ketika diamalkan.

Dari Ibnu Mas’ud rad, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Barangsiapa yang membaca satu huruf dari al-Qur`an maka untuknya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipat gandakan dengan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan ‘alif laam miim’ satu huruf, akan tetapi alif adalah satu huruf, laam satu huruf dan miim satu huruf’.” (HR. At-Tirmidzi)

Al-Qur’an merupakan cahaya dan juga petunjuk, yang nilai-nilai serta ajaran-ajarannya harus selalu kita hayati, kita hidupkan, dan kita sebarluaskan ditengah-tengah masyarakat dimana kita berada. Pendidikan Al-Qur’an untuk anak-anak merupakan salah satu cara pewarisan nilai-nilai luhur ajaran Islam, kegiatan belajar dan mengajarkan Al-Qur’an merupakan salah satu ciri dari generasi rabbani (rabbaniyun) sebagaimana Allah SWT lukiskan didalam Al-Qur’an, surat Ali Imran ayat 79:

Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia, “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah.” Akan tetapi (dia berkata), “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya” (QS. Ali Imran [3] : 79)

Menyelenggarakan aktivitas belajar-mengajar Al-Qur’an akan dirasakan mudah di dalam lingkungan yang kondusif, yaitu ketika masyarakat luas tempat di mana kita tinggal merupakan masyarakat religius yang peduli dengan pengajaran nilai-nilai Qur’ani, sebagaimana yang kita rasakan di tanah air kita tercinta Indonesia. Akan tetapi, menyelenggarakannya di negeri perantauan seperti Belanda, ini tentunya merupakan tantangan tersendiri yang tidaklah mudah, terlebih ketika tarikan lingkungan cukup kuat dalam melalaikan seorang Muslim dari berinteraksi dengan Al-Qur’an, terutama mendekati akhir tahun yang oleh mayoritas orang dihabiskan dengan pesta dan perayaan.

Komunitas Muslim Indonesia yang sekarang ini aktif melalui lembaga-lembaga sosial yang aktif adalah mereka generasi pertama yang datang dan tinggal serta berkeluarga selama lebih kurang 5-10 tahun. Banyak dari mereka yang telah memiliki anak yang sudah mulai beranjak remaja dan telah menjadi generasi kedua. Kekhawatiran akan kurangnya pendidikan/lembaga islam di Belanda dan Belgia terutama pengetahuan dan kecintaan terhadap Al Quran sangat menjadi perhatian mereka. Harapan mereka adalah agar dari generasi kedua ini terbentuk generasi Qurani di mana akan menjadi penerus dakwah Islam di Belanda. Juga yang tak kalah penting pula adalah bagi orang tua untuk setiap saat meng-upgrade pengetahuan terhadap Al Quran sehingga dapat menjadi pembimbing dan pembentuk generasi Qurani yang baik dan tangguh.

Menyadari situasi yang demikian, Stichting Generasi Baru (SGB) Utrecht sebagai komunitas keislaman dan kebudayaan Indonesia di Belanda yang salah satu kegiatan rutinnya adalah Taman Pendidikan Al-Qur’an, merasa terpanggil untuk bekerjasama dengan sesama komunitas Islam Indonesia di Belanda dan Belgia dalam membangun dan memperluas kesadaran akan pentingnya pendidikan Al-Qur’an ditargetkan untuk kalangan berikut ini:

  • Muslim dan muslimah baik yang sudah bermukim lama ataupun yang tinggal sementara sebagai mahasiswa;
  • Muslim dan muslimah yang telah menjadi tenaga pengajar atau akan menjadi tenaga pengajar di Taman Pendidikan Al Quran di masing-masing lembaga atau kelompok pengajian di masing-maing kota yang juga ikut terlibat;
  • Anak-anak dan remaja Indonesia.

Sebagai wujud kesadaran tersebut maka, SGB mempersembahkan sebuah kegiatan bertajuk KIAT QUR’ANI (Kajian Islam Akhir Tahun–Qur’ani), diselenggarakan pada tanggal 18–31 Desember 2011 serta 1 Januari 2012, yang juga turut mengundang beberapa komunitas dan organisasi keislaman yang diasuh oleh masyarakat Indonesia di Belanda dan Belgia untuk hadir dan berpartisipasi secara aktif. Komunitas Muslim indonesia lain yang terlibat bersama SGB adalah sebagai berikut:

Belanda

  • De Gromiest, dari kota Groningen (http://degromiest.nl);
  • Komunitas Muslim di kota Wageningen;
  • Komunitas Muslim Delft (http://muslimdelft.nl/) di kota Delft;
  • dan Komunitas Muslim Nijmegen (Kemuni), di kota Nijmegen.

Belgia
Keluarga Pengajian Muslimin Indonesia Belgia (KPMIbelgia) di kota Brussel (www.kpmibelgia.com)

Dalam rangkain acara itu sengaja di undang untuk hadir Ustadz Taufik Hamim Lc., MA. (http://taufik-hamim.com) beliau salah satu penghafal Quran (hafidz), dan menjadi pemateri. Beliau adalah pengasuh Yayasan Muntada Ahlil Quran (http://muntadaquran.net) serta pengajar dan pembina metode cepat membaca Al-Quran metode “Mutiara Qurani”, dimana telah di ajarkan di beberapa negara di Asia, Australia dan Selandia Baru. Beliau juga seorang penerbit buku berjudul “Jurus Jitu Menghafal Al Quran”.

Harapan terbesar SGB dengan diinisiasinya perhelatan ini supaya generasi kita (pertama) dan generasi penerus kita di masa yang akan datang menjadi generasi yang apresiatif terhadap Al-Qur’an, memuliakan Al-Qur’an dan para Shohibul Qur’an serta bukanlah termasuk golongan orang-orang yang mengacuhkan Al-Qur’an sebagaimana yang dikhawatirkan oleh Rasulullah yang diabadikan dalam Al-Qur’an, surat Al-Furqaan ayat 30: Berkata Rasul, “Ya Tuhanku sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini sesuatu yang ditinggalkan.” (QS. Al-Furqaan [25] : 30)

Adapun tujuan diselenggarakannya KIAT QUR’ANI secara kongkrit adalah:

  • Memposisikan Al-Qur’an serta para sahabat Qur’an pada tempat terhormat di dalam masyarakat Muslim Indonesia.
  • Menumbuhkan kesadaran, motivasi serta kebanggaan di kalangan anak-anak dan remaja muslim Indonesia akan aktivitas belajar-mengajar Al-Qur’an.
  • Menjadikan aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan Al-Qur’an, sebagai wasilah dalam memperluas silaturahim antara sesama elemen dan komunitas kaum Muslimin, khususnya kaum Muslimin Indonesia.

Berikut ini adalah reportase mengenai rangkaian acara Parade Al Quran dimana Ust. Taufik Hamim berperan penuh sebagai pemateri.

Tanggal 18–28 Desember 2011, Lokasi: Delft – Groningen – Wageningen – Brussel (Belgia) – Nijmegen

Al-Quran menjadikan seseorang menjadi mulia, dengan cara mempelajari, memahami dan mengamalkan nilai-nilai Qurani sehingga nilai-nilai tersebut akan menjadi budaya di masyarakat. “Jika budaya Qurani sudah dijalankan di tengah masyarakat Muslim, maka banyak hal positif yang selama ini ada di barat akan beralih menjadi milik umat Islam kembali, karena hakekatnya hal tersebut adalah milik umat Islam,” begitu pesan ustadz Taufik Hamim Lc., MA dalam acara training cara mengajarkan Al-Quran bagi calon guru TPA di Delft, Belanda dengan metode belajar mudah membaca Al-Quran “Mutiara Qurani”. Ustadz Hamim menjelaskan bagaimana cara mengajarkan metode ini dengan buku panduan Mutiara Qurani yang diikuti dengan sangat antusias oleh peserta. (sumber: Islamedia)

Selama hampir 10 hari penuh Ust. Taufik Hamim mengunjungi dan singgah di masing-masing kelompok muslim Indonesia berturut-turut di kota Delft, Groningen, Wageningen, Brussel dan terakhir di Nijmegen.

Tanggal 29–30 Desember 2011, Lokasi: Utrecht

Selama dua hari para pengajar dan calon pengajar TPA SGB (Yang telah dibina dari tahun 2005) di beri training padat dan singkat mengenai metode cepat membaca Al-Quran metode “Mutiara Qurani”. Juga pada kesempatan itu dua orang dari Brussel (Belgia) sengaja turut hadir.

Acara ini diselenggarakan bertempat di dua rumah keluarga Bapak Supardi (Ketua SGB) dan Bapak Gusti Andi (Wakil Ketua SGB). Training ini dimulai dengan perkenalan dari masing-masih peserta, di mana tergambar sejarah berdirinya TPA SGB. TPA SGB sendiri pada mulanya berdiri berkat inisiatif keluarga bapak Gusti Andi, yang mengajarkan metode pengajaran Qirati kepada anak nya serta diikuti pula oleh anak-anak non-Indonesia dan Indonesia yang tinggal di sekitar rumah. Dikesempatan itu juga sampaikan pula permasalahan dan tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan kurikulum pengajaran di TPA. Setelah sesi ini, maka disepakati, bahwa selama dua hari para pengajar TPA SGB akan mencoba mengadopsi metode cepat “Mutiara Qurani”. Berbekal dengan buku terbitan pertama metode ini yang di bawa oleh Ust. Taufik, satu per satu halaman diajarkan dan diskusikan maksud dan kandungannya. Buku ini sendiri diterbitkan oleh Ust. Arifin, yang tak lain adalah kakak dari Ust. Taufik Hamim.

Pada hari terakhir selain melanjutkan pembahasan buku hingga ke halaman akhir, dibahas pula di sesi terakjhir secara singkat mengenai isi buku “Jurus Jitu Menghafal AL Qurán”.

Tanggal 31 Desember 2011, Lokasi: Gedung serbaguna SGB Utrecht

Pada hari itu, diselenggarakan Parade Hafalan Al-Qur’an Juz 30 yang diikuti oleh anak-anak mulai dari usia paling muda 5 tahun sampai 16 tahun binaan masing-masing organisasi yang terlibat. Ini merupakan puncak dari rangkain acara yang direncanakan SGB. Lantunan ayat-ayat suci Al-Quran diperdengarkan secara bergantian oleh anak-anak tersebut yang sebagian besar telah lahir di Belanda. Link berikut ini sedikit cuplikan dari bagian acara tersebut:http://www.youtube.com/watch?v=36j6wKDcGUE.

Lalu diikuti dengan ceramah dan workshop dimana intinya adalah bagaimana membangun generasi Qur’ani di negeri minoritas Muslim. Dalam ceramahnya beliau mengingatkan betapa mulianya para penghafal Al-Quran yang dikutip dari satu hadist pada kisah jaman Rasulullah saw ketika syuhada yang gugur pada perang Uhud hendak dimakamkan, maka di kalangan sahabat bingung siapa yang akan akan didahulukan, kemudian Rasulullah saw mengumpulkan di antara orang syuhada uhud, kemudian beliau bersabda, “Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal Al Quran, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat.” (HR. Bukhari). Karenanya untuk menambah “tentara” pengawal Al-Quran beliau juga berpesan minimal satu orang di setiap keluarga menjadi penghafal Al-Quran.

Dalam acara tersebut Ust. Agus Purwanto yang juga ketua TPA yang di kelola SGB berharap acara ini nantinya tidak hanya berupa parade hafalan, namun untuk tahun-tahun kedepan diharapkan akan diadakan lomba hafalan Al-Quran yang akan memotivasi generasi muda muslim di Belanda untuk senantiasa dekat dan senang menjadi penghafal Al-Quran. Dan juga program dalam lima tahun ke depan di SGB akan dididirikan tempat hafalan Quran di Belanda yang akan dikoordinasikan secara intensif dengan Yayasan Muntada Ahlil Quran. (sumber: Islamedia)

Tanggal 1 Januari 2011

Workshop untuk masyarakat Islam di Utrecht yang di selanggarakan di gedung serbaguna SGB merupakan akhir dari rangkain acara Parade AlQuran ini. Acara ini sendiri diselenggarakan berkat kerjasama antara SGB dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Utrecht, Belanda.

Pada kesempatan ini Ust. Taufik memberikan tausiah mengenai bagiamana kita sebagai muslim bisa dekat dan mencintai Al Quran. Lalu selepas ishoma diikuti dengan Workshop singkat seputar metode dan cara cepat mengafal AL Quran dengan sebelumnya membenarkan bacaan.

Yang menjadi peserta dalam workshop kali ini adalah mereka yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda, mulai dari mahasiswa, ibu rumah tangga, para pekerja serta juga seorang mualaf berkebangsaan Belanda. Semisal, Ibu Eti yang berasal dari Leuwaarden telah tinggal di Belanda lebih dari 20 tahun lamanya. Di kota tempat beliau tinggal sangat susah di temukan komunitas Muslim, sehingga untuk mendapatkan bimbingan dari ustad terkait dengan cara membaca dan menghafal Al Quran dengan baik dan benar sangat susah. Namun dengan adanya acara ini setidaknya dapat memacu semangat bahwa pentingnya keberadaan pusat belajar Al Quran di sebuah Negara di mana Muslim sebagai minoritas.

Seperti yang sering di sebutkan dan ditekan kan oleh Ust. Taufik Hamim di setiap kesempatan, bahwa sudah banyak contoh bahwa orang yang sudah memiliki umur sekalipun (baca: usia lanjut/tua) namun masih bisa menjadi penghafal Al Quran. Juga orang-orang yang bukan dari atau tidak memiliki latar belakang keluarga dari kalangan ustad pun juga terbukti mampu menjadi penghafal Al Quran (Hafizdul Quran). Namun juga sangat penting untuk mnjadi perhatian adalah bagaimana kita bisa memperbaiki bacaan kita agar sesuai dengan ilmu tajwid sebelum kita mulai menghafal atau menambah hafalan kita, karena (salah satu) dengan memperbaiki bacaan maka akan memudah kita menghafal Al Quran, disebutkan Uts. Taufik.

Stichting Generasi Baru (SGB) 
De Bazelstraat 31, 3555CR Utrecht, Belanda
Supardi Hasanuddin (Ketua SGB), dan Gusti Andi, Agus Purwanto dan Budiwan Adi Tirta
Email: info@generasibaru.nl, website: www.generasibaru.nl

Sumber : Eramuslim

 

 

 

Kiat Qurani 2011

Islamedia - Tidak seperti biasanya, siang itu bertempat di Gedung Serbaguna Stichting Generasi Baru (SGB), jalan De Bazelstraat 31, 3555 CR, Utrecht terdengar suara anak – anak ramai berkumpul. Ditengah orang – orang di Belanda yang umumnya hendak merayakan tahun baru, di penghujung tahun 2011 (31/12/2011), mereka berkumpul untuk menunjukan kemampuan mereka menghafal Al-Quran dalam acara Kajian Islam Akhir Tahun Qurani (KIAT-Qurani) berupa Parade Hafalan Juz 30 yang diikuti oleh anak-anak mulai dari usia paling muda 5 tahun sampai 16 tahun. Lantunan ayat – ayat suci Al-Quran diperdengarkan secara bergantian oleh anak-anak tersebut yang sebagian besar telah lahir di Belanda. Acara seperti ini menambah besar harapan kaum muslimin di Belanda akan semakin berkembangnya dakwah Islam di Belanda melalui tangan – tangan mereka kelak.

Hadir dalam acara tersebut Ustadz Taufik Hamim Lc., MA. beliau salah satu penghafal Quran (hafidz) yang hadir disana sebagai puncak acara Safari Qurani beliau di Belanda. Dalam ceramahnya beliau mengingatkan betapa mulianya para penghafal Al-Quran yang dikutip dari satu hadist pada kisah jaman Rasulullah ketika syuhada yang gugur pada perang Uhud hendak dimakamkan, maka dikalangan sahabat bingung siapa yang akan akan didahulukan, kemudian Rasulullah mengumpulkan diantara orang syuhada uhud, kemudian beliau bersabda, “Manakah diantara keduanya yang lebih banyak hafal Al Quran, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat” (HR. Bukhari). Karenanya untuk menambah “tentara” pengawal Al-Quran beliau juga berpesan minimal satu orang di setiap keluarga menjadi penghafal Al-Quran.
Sebelumnya beliau juga bertatap muka dengan komunitas muslim Indonesia di beberapa kota di Belanda dan Belgia antara lain di Delft, Groningen, Wageningen, Brussel (Belgia), Nijmegen dan terakhir di Utrecht. Dalam kunjungan nya tersebut beliau selain mengangkat tema Qurani dalam setiap ceramahnya, juga mengajarkan metode cepat membaca Al-Quran metode “Mutiara Qurani” untuk para guru Taman Pendidikan Al-Quran (TPA). Di luar Indonesia, selain di Belanda metode ini juga telah diajarkan di beberapa negara di Asia, Australia dan Selandia Baru.
Dalam acara tersebut Ust. Agus Purwanto yang juga ketua TPA yang di kelola SGB berharap acara ini nantinya tidak hanya berupa parade hafalan, namun untuk tahun – tahun kedepan diharapkan akan di adakan lomba hafalan Al-Quran yang akan memotivasi generasi muda muslim di Belanda untuk senantiasa dekat dan senang menjadi penghafal Al-Quran. Dan juga program dalam 5 tahun kedepan di SGB akan dididirikan tempat hafalan Quran di Belanda yang akan dikoordinasikan secara intensif dengan Yayasan Muntada Ahlil Quran (www.muntadaquran.net) yang di asuh oleh Ustadz Taufik Hamim. (Delfindo)
Sumber : Islamedia

SGB

SGB (Stichting Generasi Baru) Yayasan Generasi Baru

Mengadakan kegiatan :

  • TPA (Taman Pendidikan Al quran) setiap jumat 15.30 – 18.00 CET
  • Mengadakan sholat jumat
  • Sepak bola  seminggu sekali
  • Piala Proklamasi setahun sekali

Lebaran di Utrecht, Belanda bersama Stichting Generasi Baru

Walau jauh dari Indonesia , suasana lebaran ala Indonesia pun tetap dapat di rasakan saat perayaan Idul Fitri 2011 di Utrecht, Belanda. Bahkan, suasana perayaan kali ini menjadi lebih menarik ketika, sekitar 180 orang dengan beragam latar belakang mahasiswa atau penduduk tetap dan budaya Turki, Indonesia, Belanda, Somalia, Suriname dan Singapura—campur baur menjadi satu.

Perayaan yang diorganisir oleh Stichting Generasi Baru (sebuah organisasi sosial kemasyarakatan yang mempunya visi mendirikan pusat kegiatan muslim Indonesia / Islamic Center di Utrecht) merupakan pelaksanaan yang keempat kalinya. Tahun-tahun sebelumnya SGB harus menyewa sebuah hall untuk penyelenggaraan salah satu even besar ini. Namun kali ini lokasi pelaksanaan bertempat di sebuah ruangan yang dulunya digunakan sebagai toko, kini telah ‘disulap’ menjadi Masjid yang berukuran 150 m2 yang dilengkapi dengan tempat wudhu terpisah, dapur serta gudang. Praktis menjadikan ruangan ini sebagai pusat ibadah dan kegiatan rutin harian SGB yang berlokasi di De Bazelstraat 31, Utrecht ini.

Para jemaah mulai datang ke lokasi pukul 08.30 waktu setempat. Sambil menunggu sholat Ied, yang dijadwalkan dimulai pukul 10.00, kumandang takbir terus terdengar. Silih berganti para jemaah datang dan menempati ruangan yang telah dipisah antara untuk wanita dan pria. Setelah hampir seluruh ruangan terisi, setengah jam sebelum sholat dimulai, Supardi ketua SGB memberikan sedikit penjelasan mengenai latar belakang organisasi yang pada mulanya dicetuskan oleh sembilan keluarga dan seorang mahasiswa di Utrecht, serta perkembangan kegiatan-kegiatan dan laporan keuangan.

Tepat pukul 10.00, sholat Ied dimulai dan diikuti dengan khutbah yang menitik beratkan mengenai bagaimana dianjurkan seorang Muslim selalu memelihara hati. Kemudian acara dilanjutkan dengan ramah tamah serta penyajian hidangan yang telah disiapkan panitia. Namun tak diduga, banyak pula masyarakat yang ikut berkontribusi secara sukarela membawa kue ataupun makanan. Sehingga makin beragam menu yang disajikan, termasuk kue kering dan basah khas Turki.

Menjelang akhir acara, Anak-anak dari TPA Utrecht menghibur jamaah yang hadir dengan mempersembahkan keterampilan mereka dalam membaca ayat-ayat suci al-Quran dengan metode Qiro’ati, termasuk hafalan Qur’an mereka dan doa-doa harian.

SGB

Sumber: Eramuslim