Mengingat Kematian dan Hikmahnya

Mengingat Kematian dan Hikmahnya 
oleh Ustadz Mizar Ahmad
Ahad 26 November 2017, Musholla SGB

(Pengajian Annisa)

Notulensi: Mba Ida

Kita sebagai hamba Allah harus senantiasa bersyukur kepada Allah, atas semua yang tiada hentinya Dia anugerahkan kepada kita semua.
Allah berfirman QS. Ibrahim : 7
” Jika kamu bersyukur pasti akan kutambah (nikmat-Ku) untukmu dan bila kamu kufur, maka sesungguhnya siksa-Ku amat pedih.”
Begitu pula kita jangan lupa untuk selalu bersalawat kepada Nabiyyina wa ^Habiibina wa Syafii’inaa wa Qurrati A’yuninaa Muhammadin Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam.

Seorang mukmin harus memiliki “Iman” :
Dimana Iman itu harus diyakini dengan hati, diucapkan dengan lidah dan diamalkan dengan anggota badan (perbuatan).
Perlu digarisbawahi : bahwa Iman bisa bertambah karena ketaatan dan ketaqwaan kita atas segala perintah Allah dan Iman pun bisa berkurang karena kemaksiatan.

Taqwa adalah sebaik2 bekal menuju Allah Subhaanahu wa Ta’ala, utamanya bagi hamba yang berakal (Qs. Al-Baqarah : 197 ).
– Dan Allah akan menyelamatkan orang2 yang bertaqwa & membiarkan orang2 yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.
(Qs. Maryam : 72)
– Dengan “Taqwa” Allah memberikan solusi atas setiap masalah yang dihadapi, dan Allah juga akan memberikan rizki kepada kita dari arah yang kita tidak menyangkanya & dari arah yang kita tidak mengetahuinya. (Qs : Ath-Thalaq : 2-3)
Ingat ! Ketika nyawa kita akan dicabut oleh malaikatul maut, nafas sudah tersengal, mulut terkunci, anggota badan lemah, saat itu pintu taubatpun sudah ditutup bagi kita, dan saat itulah sakratul maut menghampiri kita dan sakitnya serasa dihunus pedang 70 kali. (Qs.Qaaf: 19) lihat jg Qs.Annisaa : 78 dan tafsir ibnu Katsir.

Dan cukuplah kematian menjadi nasehat dan pelajaran bagi kita, dialah yang menyebabkan perpisahan dengan orang2 tercinta kita, penghalang bagi segala kenikmatan dunia & pemutus bagi segala cita2.
(Qs. Al-Imran : 185)

Marilah merenungi sisa2 umur kita & senantiasa muhasabah / introspeksi diri.
Nabi bersabda yang artinya :
” Dari ibnu Umar, ia berkata : “Aku pernah bersama Rasulullah, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam & bertanya, ” Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik ?
Beliau bersabda : “Orang mukmin yang paling baik adalah orang mukmin yang paling baik akhlaknya.” Lalu mukmin manakah yang paling cerdas ? Beliau bersabda : “Yang paling banyak mengingat kematian & yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, mereka itulah orang yang paling cerdas. (HR. Ibnu Majah :4259, Hasan).

=> Mengapa mereka dikatakan cerdas ? Karena mereka tahu bahwa hidup didunia hanya sementara ” mataa’un qaliil”. Mereka akan mengalami kematian, kemudian mereka akan berada di alam yang abadi “alam akhirat” yang lebih baik & kekal, maka merekapun akan menyiapkan “bekal” yang banyak !
“Berbekallah kamu (dalam menuju kehidupan di akhirat), dan sesungguhnya sebaik2 bekal adalah taqwa & bertaqwalah kepada-Ku hai orang2 yang berakal. (Qs. Al-Baqarah : 197)

Inilah diantara hikmah mengingat kematian, sehingga kita bersemangat menghadapi hari2 tersbt, mempersiapkan bekal sebanyak2nya sebelum ajal menjemput, dengan memperbanyak amal2an ketaatan & menghindari hal2 yang dilarang oleh Allah.

Diantara hikmah lainnya bahwa kita akan mendptkan ketenangan, sebab orang mukmin yakin bahwa tidak ada yang menimpanya kecuali sesuatu yang telah digariskan oleh Allah Azza wa Jalla.
(Qs.At-Taubah : 51)

Kita harus meyakini bahwa agama yang paling benar & yang paling diridhoi Allah adalah agama Islam, orang yang mencari agama selain Islam maka dia akan menjadi orang yang paling merugi pada hari kiamat nanti.
Oleh sebab itu jangan pernah merasa ragu akan kebenaran agama Islam & risalah yang dibawa oleh Rasulullah SAW.( Qs. Al- Baqarah : 147).

Ada 5 perkara yang akan ditanyakan pada hari kiamat nanti yaitu :
– Umur
– Masa Muda
– Harta (dari mana dia dapatkan).
– Harta (kemana ia belanjakan).
– Ilmu yang dimiliki.
Ibnu Mas’ud r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda : “Tidak akan bergeser kedua kaki anak adam di hari akhirat dari sisi Rabb-Nya, hingga ia ditanya tentang lima perkara yaitu: tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya.
(HR. At-Tirmidzi no 2416, Hasan).

=> Sampaikanlah sesuatu walaupun itu hanya satu ayat.

 

Similar Articles

Rekapitulasi Final Pengum... Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bapak/Ibu/Saudara/i warga komunitas muslim Indonesia di Utrecht dan seluruh Belanda yang semoga senantiasa dalam lindungan dan rahmat Allah SWT, Berikut kami laporkan Rekapitulasi Final Pengumpulan
Final Penerimaan Qurban 2... Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh, Bapak, Ibu, saudara/i semuanya, Berikut kami sampaikan final rekap  penerimaan dana pembelian hewan qurban 2017. Total dana Qurban yg diterima SGB Utrecht sebesar 4.830
SHALAT IDUL FITRI 1 SYAWA... Foto2 dokumentasi Idul Fitri 1439H Undangan Terbuka [SHALAT IDUL FITRI 1 SYAWAL 1439 H] Jumat, 15 Juni 2018, 08.00 – selesai Assalamualaikum wrwb, Stichting Generasi Baru (SGB)
Hidup bahagia, Islami dan... Orang Islam banyak yang tidak tahu jati diri Islam sebenarnya, mengaku Islam tetapi kelakuannya sama sekali tidak islami. Cara menjawab kaum atheis yg mempertanyakan kalimat syahadat dan
Perlindungan WNI di Luar ...
Cinta yang Hakiki –...
Dialog Lintas Agama di Ut...
Pengumpulan dan Rekapitul... Rekapitulasi Pengumpulan Zakat Infak Shadaqah Ramadhan SGB-ACT per tanggal 19 Juni 2017 14.40h: Zakat Fitrah: 1190 Euro Zakat Maal: 685 Euro Fidyah: 140 Euro Infak berbuka puasa: 390 Euro (disalurkan
Kajian Islam Musim Semi 2...   blablabla
Semarak Ramadhan 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.