Kajian Islam bersama Imam Shamsi Ali

15 Februari 2020

Bertempat di gedung serba guna Indonesisch Cultureel Centrum Utrecht (ICCU) atau Pusat Kebudayaan masyarakat Indonesia di kota Utrecht pada hari Jumat, 14 februari dan hari Sabtu 15 Februari 2020, Stichting Generasi Baru (SGB-Utrecht) menyelenggarakan acara kajian islam yang bertemakan “Actualizing Islam as Rahmatan Lil Alamin in Western Multi-Cultural World” bersama imam besar masjid New York Amerika, ustadz Shamsi Ali yang selama 2 hari mampir ke kota Utrecht dalam perjalanan safari dawahnya ke beberapa negara di Eropa .

Rangkaian safari dakwah di Eropa ini yang dimulai dari tanggal 9 februari sampai tanggal 24 februari diorganisir oleh Nusantara Foundation dan PCIM Jerman Raya dengan melibatkan beberapa perwakilan-perwakilan RI di berbagai kota di Eropa dan juga melibatkan beberapa organisasi-organisasi islam Indonesia serta Persatuan Pelajar Indonesia.

Tema tur yang diusung oleh pendiri pondok pesantren pertama Indonesia di Amerika ini adalah “an Indonesia Muslim on Peace Tour tot Europe” atau muslim warga Indonesia membawa misi perdamaian ke Eropa.

Acara Kajian sesi pertama yang berlangsung tanggal 14 februari dan disampaikan oleh imama Shamsi Ali dalam Bahasa Inggris diikuti oleh sekitar 70 peserta yang sebagian besar adalah muallaf Belanda dan bahkan ada beberapa non-muslim yang ikut dalam kajian ini.

Kemudian keesokan harinya, sabtu 15 februari dilanjutkan dengan kajian sesi kedua yang dalam Bahasa Indonesia dan dihadiri oleh lebih dari 100 orang peserta dari berbagai kota di seluruh Belanda. Juga hadir beberapa perwakilan komunitas-komunitas muslim Indonesia dari luar Utrecht, diantaranya dari PPME Wilayah, PPME Al Ikhlash cabang Amsterdam, PPME cabang Den Haag, dan juga beberapa tokoh masyarakat dari berbagai kota.

Dalam kajiannya, imam Shamsi Ali menyampaikan beberapa pesan buat masyarakat indonesia yg hidup di Eropa, diantaranya:

– Jangan pernah angkuh dengan ibadah yg kita lakukan,  dan juga jangan pernah kita merasa yg paling baik dlm beragama.

– Pandanglah manusia dgn pandangan positif, karena dalam diri setiap manusia ada fitrah yg Allah titipkan, dan ada kesempatan untuk menjadi lebih baik, serta kita tdk pernah tahu bagaimana Allah memperlakukan hamba-hambaNya.  

– Untuk menyampaikan islam, diperlukan komunikasi yg bijak & sesuai, dan jangan mengintimidasi & menakut-nakuti. Sampaikan dan komunikasikan kebenaran dgn bijak.

– Tampilkan islam dalam bentuk keteladanan. Jangan menjadikan islam hanya sebagai slogan ( QS. As Shaf 2).

– Setiap muslim adalah dai, yg memiliki kewajiban untuk mendakwahkan islam di lingkungan tempat dia tinggal. 

– Dan sebagai orangtua yg dititipkan dan diberi amanah berupa anak, maka perlu menjadikan rumah tangga kita sebagai basis pendidikan agama buat mereka. Rumah tangga muslim harus bisa menjadi 3 M:

a. Madrasah ~ artinya menjadikan rumahtangga sebagai  pusat pendidikan islam bagi anak-anak kita .

b. Masjid ~ artinya menjadikan rumahtangga sebagai pusat dan tempat belajar sejak dini untuk menumbuhkan ketaatan kepad Allah SWT dan Rasul Nya.

c. Musalla ~ menjadikan  rumahtangga sebagai tempat hiburan yg menyenangkan buat anak-anak (dlm artian yg positif) sehingga mereka tidak mencari tempat hiburan yang lain di luar rumah.

@ogiemallawa

SGB-Utrecht


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

id_ID