Safari Dakwah UAH di Belanda

Cuaca dingin di Kota Utrecht pada hari Sabtu tanggal 30 November 2019, tidak menyurutkan semangat komunitas muslim Indonesia di Belanda, khususnya yang tergabung dalam komunitas muslim Indonesia SGB (Stichting Generasi Baru), untuk menghadiri kajian islam yang diselenggarakan di ruang serbaguna (musholla) SGB-Utrecht atau di Indonesisch Cultureel Centrum Utrecht (ICCU).

 

Majelis ilmu kali ini,  semakin terasa istimewa karena diisi oleh seorang dai ternama dari Indonesia, yakni ustadz Adi Hidayat Lc, MA yang disela-sela kepadatan safari dakwahnya di beberapa negara di Eropa, menyempatkan hadir menyapa dan berbagi ilmu dengan masyarakat muslim Indonesia di Utrecht dan sekitarnya. Perjalanan beliau ke Eropa adalah bagian dari tour safari dakwah beliau, dimana 3 hari sebelumnya ke Istanbul Turki untuk menerima penghargaan doctor honoris causa dari pemerintahan Turki.

Antusias muslim Indonesia di Belanda begitu besar, ini terlihat dari penuh sesaknya jamaah yang memenuhi musholla kecil sewaan kami, yang terletak di Bazelstraat nomor 31 Kota Utrecht.
Karena kapasitas musholla yang terbatas tersebut, maka undangan juga disampaikan secara terbatas. Bagi yang tidak dapat hadir langsung, tetap berkesempatan menyimak kajian lewat live streaming.

Acara berlangsung sejak pukul 10.00 pagi, dan berakhir pada pukul 12.30 siang waktu Utrecht.
Acara dibuka dengan lantunan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh Ananda Siraj Danish Muradi (11tahun) yang merupakan salah satu murid yg belajar di TPA-SGB.
Kemudian dilanjut sambutan Ketua SGB-Utrecht, Supardi Hasanuddin.

Selanjutnya memasuki agenda utama yaitu kajian ilmu yang disampaikan Ustadz Adi Hidayat.
Jamaah begitu khidmat menyimak ceramah dari Ust. Adi Hidayat yang mengambil tema “Peran Islam Bagi Peradaban Eropa”.
Dari ceramah beliau, kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa untuk membangun peradaban maka dibutuhkan insan-insan beradab.
Insan yang beradab akan tercermin dari akhlak, karakter dan ilmunya yang menjadi amal perbuatan hidupnya yang bermanfaat.


Adapun belajar, menurut beliau, menjadi salah satu upaya memperoleh ilmu. Ilmu menjadi salah satu bekal peradaban. Beliau menekankan bahwa belajar itu bukan hanya sekedar tahu, tapi harus sampai paham.
Setelah beliau memaparkan sekilas perkembangan Islam di Eropa, khususnya Andalusia di Spanyol, beliau pun berpesan bahwa, menegakkan syariat Islam bukan hanya sekedar menjalankan ibadah ritual saja, tapi harus dijadikan sebagai tuntutan hidup muslim sehari-hari. Ceramah beliau ditutup dengan do’a bersama.


Rangkaian acara majelis ilmu diakhiri dengan paparan dan pemberitahuan, tentang kemajuan proses pengumpulan dana untuk pembangunan mesjid,  sekaligus sebagai Pusat Budaya Indonesia di Utrecht atau Indonesisch Cultureel Centrum Utrecht (ICCU).

Dalam kesempatan itu, ustadz Adi Hidayat menyampaikan dukungannya terhadap niat mulia teman-teman di SGB Utrecht untuk membangun pusat dakwah islam atau islamic center di kota Utrecht Belanda. Bahkan beliau turut memberikan infaq sebesar 5000 euro.
Semoga niat kami memiliki mesjid sebagai tempat bagi kami dan anak-anak kami belajar dan memahami ajaran Qur’ani mendapatkan ridho dari Allah SWT. Aamiin ya rabbal alamin.

Silaturahmi komunitas muslim Belanda bersama Ust. Adi Hidayat hari ini menjadi oase sejuk bagi kami akan kajian ilmu agama  yang mencerahkan jiwa.

Setelah dari Utrecht, Ustadz Adi Hidayat melanjutkan perjalanan menuju ke Brussel di Belgia dan setelah itu dilanjutkan ke Paris Prancis.

Ristiyanti Handayani
SGB-Utrecht


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

id_ID