Program Wakaf

Pertanyaan Seputar Wakaf

Apa perbedaan antara wakaf, infak dan sodaqoh?
Infak adalah amal dalam bentuk benda.

Sodaqoh adalah segala amal kebaikan yang dilakukann dan tidak harus berupa benda.

Wakaf merupakan sedekah dalam bentuk harta/benda yang diberikan kepada pengelola wakaf, yang nilainya tidak boleh berkurang (tetap).
sumber.

Apa saja yang bisa diwakafkan?
Wakaf bisa berupa uang, tanah, rumah, gedung, kebun, sawah dan sebagainya. Wakaf boleh dikelola secara syariah sehingga bisa menghasilkan keuntungan dan digunakan untuk kepentingan umat (untuk wakaf produktif).
sumber.

Apa perbedaan antara wakaf produktif dengan wakaf tunai?
Wakaf produktif dan wakaf tunai adalah jenis sifat dari benda Atau harta yang diwakafkan. Benda atau harta wakaf ada yang mempunyai sifat produktif dan ada yang tidak produktif atau konsumtif. Sedangkan istilah tunai atau cash adalah wakaf yang berbentuk mata uang tertentu yang bisa dibelanjakan, bukan berbentuk benda atau harta selain uang.

Wakaf produktif adalah wakaf yang mengandung sifat dapat berkembang dan dapat menghasilkan sesuatu manfaat yang mengandung nilai ekonomis. Wakaf produktif dapat berupa barang yang tidak bergerak seperti perkebunan, pertokoan/pasar, dan usaha lain yang dapat menghasilkan manfaat yang bernilai ekonomis serta dapat terus berkembang.
sumber.

Dasar hukum wakaf dalam syariat Islam

Sedikit sekali ayat Al-Quran dan Sunnah Rasulullah Muhammad SAW yang menyinggung tentang wakaf, sehingga hukum-hukum wakaf yang ditetapkan berdasarkan kedua sumber tersebut sangat sedikit sekali. Oleh karena itu sebagian besar hukum-hukum wakaf dalam islam ditetapkan sebagai hasil ijtihad, dengan menggunakan metodametoda ijtihad yang bermacam-macam, seperti qiyas, dan lain-lain.

al-Baqarah ayat 267

“Hai orang-orang yang beriman! Nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usaha kamu yang baik-baik, dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu.”

Ali Imron ayat 92

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”

al-Baqarah ayat 261

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir. Pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Mayoritas ahli fiqih (mazhab Hanafi, Syafii dan Hambali) merumuskan pengertian wakaf yakni:

“Penahanan (pencegahan) harta, yang mungkin dimanfaatkan tanpa lenyap bendanya, dengan cara tidak melakukan tindakan pada bendanya, disalurkan kepada yang mubah (tidak terlarang) dan ada.”

Adapun kriteria wakaf yakni sebagai berikut:

1. Penahanan (pencegahan) dari kepemilikan. Penahan berarti ada yang menahan yakni Wakif (pengelola wakaf) dan tujuannya yaitu mauquf ‘alaihi (penerima wakaf/objek wakaf).

2. Harta Atau benda yang diwakafkan.

3. Boleh dimanfaatkan, tanpa lenyap bendanya menjelaskan syarat harta yang diwakafkan.

4. Harta wakaf tidak diperjual belikan, dihibahkan dan diwariskan.

5. Hasil wakaf disalurkan kepada hal yang mubah, yang berhak menerima wakaf atau menjadi objek wakaf (untuk wakaf produktif).

Mengenai landasan hukum tentang wakaf di Indonesia bisa dirujuk melalui link berikut:

  1. Undang-undang tentang Wakaf
  2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia tentang Wakaf