republika.co.id: Kebahagiaan Para Diaspora Indonesia di Belanda Kala Ramadhan

https://republika.co.id/berita/ramadhan/puasa-journey/prgz6w458/kebahagiaan-para-diaspora-indonesia-di-belanda-kala-ramadhan

Ristiyanti Handayani dari Belanda menuturkan pengalaman diaspora Indonesia berpuasa

REPUBLIKA.CO.ID, UTRECHT — Bermukim dalam jangka waktu yang lama di negeri orang memang bukan perkara mudah. Suka-duka kehidupan dan rindu akan kampung halaman kerap dirasakan oleh kami, para diaspora, apalagi di saat bulan suci Ramadhan. Kerinduan berkumpul dengan keluarga di Tanah Air begitu besar.

Bersyukur, Utrecht tempat kami bermukim merupakan kota terbesar keempat di Belanda. Kota keuskupan lama ini memiliki populasi penduduk sekitar 420 ribu jiwa, termasuk di antaranya umat Islam. Jumlah kaum Muslimin di sini sekitar 13 ribu jiwa. Di antaranya, terdapat perkumpulan Muslimin Indonesia. Di sinilah tempat kami menjalin silaturahim dan membangun persaudaraan (ukhuwah).

Saat ini tempat kami melaksanakan serangkaian kegiatan adalah sebuah musala kecil nan sederhana.

Di setiap bulan suci Ramadhan, tempat ini menjadi begitu favorit di kalangan komunitas Muslim Indonesia di Kota Utrecht. Bangunan yang kami jadikan tempat berkumpul, berinteraksi, dan menjalankan aktivitas spiritual/ atau keagamaan, memang bukan gedung yang megah.

Itu berupa bangunan sederhana bekas minimarket yang disewa dari uang “gotong royong” jamaah. Namun, bangunan kecil nan bersahaja itu bagaikan oasis sejuk pelepas dahaga di tengah hiruk-pikuk ritme kehidupan Barat. Demikian bagi komunitas Muslim Indonesia yang tergabung dalam organisasi Stichting Generasi Baru (SGB-Utrecht) yang diketuai Bapak Supardi Hasanudin.

Musala yang beralamat di Jalan Bazelstraat nomor 31 ini terletak di jantung kota Utrecht.

Bulan Ramadan yang kami nantikan selalu menjadikan musala kecil sewaan kami penuh sesak dengan jamaah. Keadaan ramai ini terutama saat acara rutin buka puasa bersama, tiap Sabtu.

Para perantau yang menetap di sini, para pelajar, dan bahkan para mualaf warga negara Belanda berkumpul untuk melaksanakan buka bersama, lalu dilanjut dengan shalat maghrib, isya dan tarawih berjamaah.

Di saat Ramadhan, ibu-ibu dengan penuh cinta dan semangat berbagi, menyiapkan dan menyajikan aneka makanan menu khas Indonesia. Sajian-sajian itu untuk iftar dan santap makan malam.

Beragam agenda kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di musala ini yang bertujuan untuk menjalin tali silaturahim dan mempererat semangat persaudaraan. Ada pengajian rutin anak-anak, pengajian rutin ibu-ibu, pengajian rutin khusus buat para mualaf dan kegiatan positif lainnya, layaknya kegiatan masjid-masjid di Indonesia

Senantiasa ada kisah indah dan unik yang sulit kami lupakan ketika kami meretas jejak perjalanan ukhuwah lintas etnis, budaya, dan bahasa. Salah satunya adalah tausiah-tausiah yang disampaikan setidaknya dalam tiga bahasa, yakni Belanda, Indonesia dan Inggris.

Bukan sesuatu yang mudah memang berpuasa di Benua Biru ini. Selain durasi waktu puasa yang cukup lama, hampir 18 jam, segala aktivitas kegiatan berjalan seperti bulan-bulan lainnya, termasuk tempat-tempat makan minum yang buka seperti biasa.

Namun bagi kami puasa Ramadan adalah satu dari lima Rukun Islam yang wajib kami jalani, sebagai Muslim, dengan penuh keikhlasan dan ketaatan. Puasa juga adalah saat untuk introspeksi diri dan bukti kecintaan kami pada Sang Maha Pencipta.

 

*) Penulis adalah Ristiyanti Handayani dari SGB Utrecht, Belanda. Dia merupakan mantan pendidik yang berasal dari Bandung, Jawa Barat. Pertama kali datang ke Belanda pada 2011. Sejak 2014, dia menetap di Utrecht bersama suami yang warga negara Belanda.

Similar Articles

Kajian Islam Musim Semi (... Dokumentasi foto2 Kalami 2018 Ringkasan Materi Kajian Tafsir Ramadhan 93. QS. Adh-Dhuha (1) a 81. QS. At-Takwir SLIDES MATERI KALAMI SGB 1 Melabuhkan Al-Quran dalam Hati.pdf (30MB)
Pengumpulan dan Rekapitul... Rekapitulasi Pengumpulan Zakat Infak Shadaqah Ramadhan SGB-ACT per tanggal 19 Juni 2017 14.40h: Zakat Fitrah: 1190 Euro Zakat Maal: 685 Euro Fidyah: 140 Euro Infak berbuka puasa: 390 Euro (disalurkan
Kajian Keilmuan Kajian keilmuan rutin diadakan dua pekanan dengan dimotori oleh pelajar Indonesia di Utrecht. Sejauh ini kajian keilmuan yang sudah dilakukan antara lain Fenomena El Nino dan Efeknya
Baktiku kepada Orang Tua ... Link to video: 1:43:13 Baktiku kepada Orang Tua untuk Menggapai Ridha Mu (Birul Walidaini)  oleh Ustadz Dr. Makky S Jaya Jumat 10 November 2017, Musholla SGB (Kajian Imaamul Muttaqiin)
Hidup bahagia, Islami dan... Kajian Islam oleh Ustadz DR. Fahmi Hamid Zarkasy 1 April 2017 SGB “Hidup bahagia, Islami dan sukses dunia dan akhirat” Orang Islam banyak yang tidak tahu jati
Diskusi Kebangsaan –...
Aktualisai Syahadat dalam... Narasumber: Ustadz Makky Jaya Yorga: Pengajian Dwimingguan Imamul muttaqin 13 Januari 2017 @rumah Kang Arga TILAWAH quran Al Baqoroh 98-100 PEMBUKA Refleksi doa: “robbanaa hablanaa min azwajina
Safari Dakwah UAH di Bela... Cuaca dingin di Kota Utrecht pada hari Sabtu tanggal 30 November 2019, tidak menyurutkan semangat komunitas muslim Indonesia di Belanda, khususnya yang tergabung dalam komunitas muslim Indonesia
Laporan penyaluran infaq,... Berikut adalah laporan penyaluran infaq, zakat dan shadaqah Ramadhan SGB yang telah disalurkan melalui ACT Paket buka puasa Humanity Food Truck ramadhan Economy for Humanity: Bantuan modal
Wisata Kuliner Sambil Ber...   Foto : Area Mesjid Ulu Camii tempat pelaksanaan bazaar akhir tahun Persaudaraan di rantau senantiasa menyimpan cerita yang tidak biasa. Bertahun-tahun menetap di negeri orang, dengan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.