fbpx

Muslim Indonesia bangun masjid Indonesia pertama di kota Utrecht Belanda

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perusahaan yang bergerak di bidang retail busana Muslim ternama, Elcorps, mendukung rencana pembangunan Indonesisch Cultureel Centrum Utrecht (ICCU). Yaitu masjid dan pusat Islam terpadu pertama di Utrecht, Belanda.

Masjid ini nantinya sekaligus akan berfungsi sebagai pusat kebudayaan untuk mengenalkan Indonesia di BeIanda. Bentuk dukungan Elcorps itu diwujudkan dengan menggelar acara penggalanan dana di Two Elemen Cafe, Jalan Kopyor 14, Komplek Kelapa Indah Blok A nomor 15, Jakarta Timur, Sabtu (24/8). Dana yang terkumpul akan diserahkan kepada yayasan yang dibangun masyarakat Muslim Indonesia di Utrecht, Stichting Generasi Baru (SGB) untuk digunakan dalam proses pembangunan ICCU.

 

CEO Elcorps sekaligus Ketua Pembina Elfoundation, Elidawati Ali Oemar, mengatakan pihaknya selama ini telah banyak melakukan kegiatan sosial melalui Yayasan Elfoundation. Sehingga diharapkan Elcorps memberikan berkah yang lebih luas.

“Salah satu kegiatan yang juga kami support adalah pengumpulan dana. Nah, kali ini pengumpulan dana ini untuk pembangunan masjid di Utrecht,” ujar Elidawati, di sela-sela acara bertajuk “Silaturrahmi Jakarta untuk Masjid Utrecht” itu.

Pemilik jenama Elzatta Hijab ini menjelaskan, acara penggalangan dana dihadiri oleh masyarakat Indonesia yang pernah terhubung dengan Kota Utrecht. Menurut dia, keberadaan masjid bagi umat Islam sangat penting, sehingga pihaknya juga mengundang mitra-mitra bisnis Elcorps untuk berkontribusi dalam pembangunan ICCU.

“Kita bisa bayangkan kalau Muslim tidak punya masjid. Karena segala aktivitas itu sebenarnya dilakukan berawal dari masjid. Mudah-mudahan dengan adanya masjid di Utrecht itu kegiatan apapun akan bergerak dan akan solid,” ucap Elidawati.

Sementara itu, Supardi Hasanuddin selaku Ketua SGB berterimakasih kepada Elcorps yang telah menfasilitasi acara penggalanan dana tersebut. Menurut dia, pihaknya baru pertama kali melakukan penggalangan dana di Indonesia untuk pembangunan masjid di Utrecht. Selama ini dana pembangunan kebanyakan hanya berasal dari umat Islam yang tinggal di Belanda.

“Baru sekitar beberapa tahun terakhir ini kita bekerjasama dengan Elcorps untuk penggalangan dana, termasuk Elcorps juga memberikan donasi kepada kami sebesar 300 juta pada tahun 2016. Jadi ini luar biasa, bagaimana Ibu Elidawati dan timnya mendukung kami untuk merealisasikan mimpi membangun masjid Indonesia di kota Utrecht,” kata Supardi saat ditemui di tempat yang sama.

Dia menjelaskan bahwa keinginan SGB untuk membangun ICCU berawal dari keterbatasan tempat ibadah dan tempat berinteraksi antar diaspora, mualaf dan pelajar Indonesia di Utrecht. Sejak berdiri 2008, SGB bahkan terpaksa melakukan kegiatan-kegiatan ibadah dengan berpindah-pindah.

Misalnya, SGB pernah memakai fasilitas SD di Utrecht untuk penyelenggarakan shaIat Idul Fitri dan menyewa ruangan kecil seluas 50 meter persegi di tahun 2009-2010. Namun, ruangan kecil itu selanjutnya dirobohkan karena sudah berusia tua, sampai kemudian menyewa bekas toko kelontongan berukuran sekitar 150 meter persegi pada tahun 2011 hingga kini .

“Ruangan itu bisa menampung maksimal 150 orang,” katanya.

Seiring bertambahnya jumlah jamaah dan semakin beragamnya kegiatan, bangunan bekas toko itu pun tidak lagi memberikan kenyamanan bagi jamaah. Karena itu, SGB memutuskan untuk membangun ICCU seluas 523 meter persegi di St. Laurensdreef 15 Utrecht, Belanda.

Total dana yang dibutuhkan untuk pembangunan fasilitas ini sebesar 491.000 Euro atau sekitar Rp 7,8 miliar. Sementara, dana yang terkumpul baru mencapai 143.000 Euro atau sekitar Rp 2,2 miliar. “Khusus penggalanan dana di acara ini alhamdulillah terkumpul Rp 778,5 juta,” jelasnya.

Dalam acara tersebut, Elcorps dan SGB membuka kesempatan bagi para donatur untuk berkontribusi dalam pembangunan ICCU, yaitu masjid yang diinisiasi SGB Utrecht. Para donatur dapat menyalurkan donasinya melalui rekening: Yayasan El Indonesia Mulya (BCA 0351700000) dan Supardi-Masjid SGB Utrecht (BNI 401695510).

Sumber: https://khazanah.republika.co.id/berita/pwrm7p328/muslim-indonesia-bangun-masjid-terbesar-di-belanda

 

https://www.facebook.com/stichtinggenerasibaru.utrecht

Similar Articles

Kajian Islam bersama Imam... 15 Februari 2020 Bertempat di gedung serba guna Indonesisch Cultureel Centrum Utrecht (ICCU) atau Pusat Kebudayaan masyarakat Indonesia di kota Utrecht pada hari Jumat, 14 februari dan
KAJIAN ISLAM MUSIM SEMI 2... Kami menyadari bahwa selama kegiatan terdapat kekurangan atau hal yang dirasa kurang berkenan sehingga melalui E-Mail ini kami mengharapkan partisipasi peserta KALAMI 2017 memberikan saran dan penilaian
Kajian Online Forkom Bela... Kajian Online Forkom Belanda bersama Ust Salim A. Fillah Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Forum Komunikasi pengajian-pengajian kota di Belanda (Forkom NL) mempersembahkan Kajian Online Live: “Meneladani Rosulullah dalam
Jalan Mengenal Allah R... Jalan Mengenal Allah Ustadz Makky Jaya SGB, 3 Maret 2017 Quran adalah Taujih Rabbani petunjuk untuk orang2 bertakwa. Dalam surat Al Muzammil dikatakan agar membaca Qur’an dengan
detik.com: Menikmati Sala... https://travel.detik.com/dtravelers_stories/u-4577745/menikmati-salat-ied-di-negeri-kincir-angin/1 detikTravel Community – Lebaran tak hanya dinikmati oleh umat muslim Indonesia. Kominitas muslim Indonesia yang berada di Belanda pun melaksanakan Idul Fitri di Utrecht. Bulan suci
Kunjungan El Hijab dan Ba...
Meskipun Hanya Sebesar Te... oleh: ustadz Mohammad Fauzil Adhim Dakwah itu pun terus berkembang hingga tibalah masa Utsman bin ‘Affan radhiyaLlahu ‘anhu menjabat sebagai khalifah, pelanjut tampuk kepemimpinan Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi
Seri Kajian Online Ramadh... Seri Kajian Online Ramadhan SGB bersama Ustadz Dr. Saiful Bahri, MA Ke pasar Kranji beli kain Datang sore sebelum redup Mari ikut seri ngaji online Tentang Alquran
Buka puasa bersama 2017
Kajian dan Diskusi Islam ... Kajian dan Diskusi Islam Global Stichting Generasi Baru (SGB-Utrecht)  mengundang bapak/ibu warga SGB dan pengajian Bina Dakwah dan Annisa, serta teman-teman mahasiswa  di Utrecht dan sekitarnya untuk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.